Minggu, 02 November 2014

Menjawab Kepercayaan

Bismillah..

Alhamdulillah saat ini saya mendapat tantangan yang menurut saya cukup membebani. Mantan atasan saya menawarkan pekerjaan ditempat yang baru, tawaran yang menggiurkan dari segi pendapatan, namun lebih berat dari sisi tanggung jawab. Apalagi karena proses perekrutannya tergolong mudah, dimana proses seleksinya hanya melalui sebuah interview ringan lewat telfon. Mungkin bagi yang sudah berpengalaman pindah tempat kerja, itu adalah hal yang biasa, tapi tidak bagi saya. Keluar dari  zona"aman" menuju ke zona pembuktian diri adalah keputusan yang tidak mudah. Apalagi karena referensi dari seseorang.

Gambar dari sini
Bagaimanapun juga, Ini adalah peluang yang selama ini datang lewat mimpi-mimpiku. peluang yang tidak setiap saat datang ketika saya menginginkannya. Peluang yang tidak akan menunggu saat dimana saya merasa benar-benar siap untuk itu. dan tentunya kesiapan tidak akan pernah ada jika saya membelenggu diri dalam keputus asaan. putus asa akibat rasa malas dan kejenuhan.

Saya tetap meyakini bahwa ini adalah jalan yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala tentukan untuk saya, jawaban dari keluh kesahku dalam do'a, atau ujian kesetiaan dari sang Kekasih. Namun saya tak bisa mengabaikan peran orang-orang yang menjadi jembatan dari jalan tersebut. yang mencipta "Nepotisme" berlandaskan profesionalitas.

Terima Kasih, hanya itu yang bisa saya katakan dan berikan saat ini, berikut Do'a semoga kita semua mendapatkan hidayah dan taufiq menuju kesuksesan dunia dan yang terpenting Akhirat kelak. 



Rabu, 24 September 2014

Pengalaman Pagi

Aturan Sekolah untuk anak-anak sekarang kadang terasa aneh.. salah satu aturan yang semula saya kecam adalah penerapan penomoran untuk  Siswa yang paling cepat datang ke sekolah yang nantinya akan di evaluasi dan diberikan piagam bagi yang terbaik (tercepat). Anak saya termasuk anak yang sering mendapat nomor wahid. wajar saja, karena jarak rumah yang letaknya dekat dengan sekolah.

Gambar dari sini
Saya malah berfikir, bagaimana dengan anak yang rumahnya jauh dari sekolah..? dimana anak tersebut sangat bergantung pada kesiapan orang tuanya untuk mengantar ke sekolah. Bagaimana jika kedua Orang tuanya bekerja ? dan juga harus bersiap-siap untuk berangkat ke tempat kerja..? bagaimana jika dirumah mereka hanya memiliki satu kamar mandi, dimana mereka harus antri menggunakannya seperti yang kami alami..? sehingga saya berkesimpulan bahwa aturan ini tidak adil untuk semua siswa. juga tidak mengena pada tujuannya yakni pendidikan sikap disiplin siswa. karena kecenderungan yang muncul adalah sikap terburu-buru sehingga tidak bisa mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Pagi Tadi, saya kembali mengantar Anak ke sekolah. digerbang sekolah, salah satu orang tua siswa mendekati saya kemudian bercerita tentang pengalaman dan taktik dalam mengikuti aturan sekolah. dengan frontal saya menyatakan pemikiran saya yang menentang aturan tersebut. dengan tenang beliau berkata "saya senang dengan aturan ini pak, karena dengan aturan ini anak saya bisa belajar untuk bangun lebih pagi, dengan begitu saya lebih mudah untuk mengajaknya sholat Subuh" beliaupun menambahkan "dan saya katakan kepada anak saya, nak.. tidak perlu khawatir akan ada yang mendahuluimu, karena jika memang ada yang mendahuluimu, bisa dipastikan anak tersebut tidak melaksanakan Sholat Subuh seperti kita. yang mana sholat Subuh jauh lebih penting dibanding piagam itu nak.."

Dari kejadian tersebut saya sadar bahwa saya masih sering memandang segala sesuatu berdasarkan hawa nafsu, mungkin pendapat saya ada benarnya, namun saya menafikan manfaat yang saya amini keberadaannya. saya mencoba bijak dengan prinsip keadilan, namun lupa bahwa aturan tersebut menjadikan anak saya terbiasa bangun lebih pagi, bahkan kadang kala menjadi alarm kedua bagi saya untuk bangun tepat waktu. kejadian tersebut juga menjadi pelajaran bagi saya, bagaimana memberikan nasehat kepada anak dalam menyikapi sesuatu.

Alhamdulillah.. Semoga Allah Subhanahu Wata'ala memberikan taufiq serta hidayah sehingga kita bisa menangkap pelajaran dari setiap kejadian yang telah diatur-Nya. Aamiin..

 

Sabtu, 10 Mei 2014

Pengalaman Pertama Makan Sandwich


"Sandwich gratis".. siapa yang tidak mau..? yang namanya gratis, semua pasti tidak keberatan untuk menerimanya.. begitupun dengan saya. "Inilah kesempatan saya mencoba makanan tersebut" pikirku... Dengan semangat empat lima, kuhubungi Andrie yang telah menandai namaku dalam calon penerima sandwich gratis, dan Alhamdulillah masih ada paket tersisa untukku.. :D

Sandwich gratis yang kuterima berasal dari Royal Snack Box yang berada di Jakarta. walau berada di Jakarta, namun Royal Snack Box tetap melayani pemesanan Snack Box dari luar daerah. Bukan hanya sandwich yang mereka tawarkan, beragam kue yang berkualitas dengan rasa yang lezat juga tersedia sehingga dapat menjadi pilihan bagi kita yang tidak memiliki waktu yang banyak untuk mempersiapkan acara yang akan berlangsung seperti menyediakan Snack Box untuk rapat, pengajian, ulang tahun, dan untuk gathering.

Mengenai pengiriman, Royal Snack Box melakukan pengiriman menggunakan jasa pengiriman yang lumayan cepat, untuk pengiriman ke palu, waktu pengirimannya 3 hari dan langsung di antar ke rumah. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, waktu pengiriman dari jakarta ke palu biasanya memakan waktu 4-6 hari, itupun kadang barang harus dijemput ke agen penyedia jasa.

Secara keseluruhan, pelayanan yang diberikan oleh Royal Snack Box dapat mematahkan segala keraguan saya. Dimana awalnya saya merasa tidak yakin jika pembelian Snack Box bisa dilakukan secara online. Jadi, bagi yang ingin mengadakan acara dan tidak punya waktu untuk menyiapkan Snack Box, bisa langsung mengunjungi http://www.royalsnackbox.com/

Jumat, 06 Desember 2013

Biarkan semua apa adanya














Hay..

Apakah kamu masih mengenalku..? (Semoga..!!)
Mungkin kamu berfikir bahwa saya telah melupakanmu..
Berfikir bahwa saya telah berlalu tanpa menoleh lagi..

Tidak..tidak..tidak..
Saya masih merindukan perjumpaan denganmu..
Merindukan berada diberandamu, melampiaskan keluh kesahku..
Sambil menunggu sahabat, bercerita tentang kehidupan..
Ijinkan saya menengok kembali ruang-ruang tulismu..

Ah..
Terlalu banyak janji yang kutebar..
Terlalu banyak cerita yang tersampaikan..
Terlalu banyak pujian yang datang..

Apakah kita harus menyembunyikan semua itu,
menghilangkan jejak-jejak masa lalu,
dan memulai dengan lembar yang baru..?

tidak.. biarkan semua apa adanya..

Sabtu, 08 Desember 2012

Hanya Menulis


Banyak hal yang terpikirkan, namun tak satupun yang mampu kutuangkan dalam tulisan.
jemariku seakan kembali belajar, bagaimana merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, hingga akhirnya bisa menuliskan coretan ini.  coretan tak berarti, namun cukup untuk membersihkan kembali halaman ini dari rumput liar yang tumbuh dengan suburnya. mungkin esok, lusa, atau entah kapan, halaman ini akan terhias kembali oleh rangkaian kata penuh makna, dan akhirnya kamu tau bahwa saya tidak benar-benar melupakanmu.

*Sumber gambar dari sini

Jumat, 19 Oktober 2012

Catatan Indah di lembar baruku (30 Dzulqaidah1433H - 16 oktober 2012M)

Alhamdulillah.. Hanya dua hari berselang setelah lembar baru kubuka, sebuah catatan indah sudah menghiasinya. Sebuah catatan yang bakal merubah hari-hariku. Sebuah amanah yang Allah titipkan padaku.
Jam menunjukkan pukul 04:50 ketika saya meminta izin untuk melaksanakan Sholat subuh, saat itu istriku yang terbaring tak berdaya, dengan berat hati memberikan izinnya. Saya pun sebenarnya berat untuk meninggalkannya, namun panggilan Mulia itu lebih berat untuk diabaikan. Segera saya menuju mushollah terdekat, bersuci dan bergabung dalam jamaah.

Dua Rakaat Sholat subuh terusik oleh bunyi HP dari balik kantong celanaku, namun tidak membuatku mebatalkan sholat. Saya yakin bahwa itu adalah berita gembira dari ruang sebelah, Pujian semakin deras mengucur dari mulutku, sebagai ungkapan rasa syukurku pada sang pengatur kehidupan.

Setelah kewajiban tertunaikan, kulangkahkan kakiku menuju ruang dimana Istriku terbaring, Melihat senyum yang menghiasi bibirnya, rasa senang, haru, dan bahagia semakin menyuburkan syukur yang telah tertanam dalam dada. Terlebih saat kulihat seorang bayi berada dalam pelukannya.


Alhamdulillah… terimakasih ya Allah.. Engkau telah mengijabah Do’aku.. Do’a yang selalu kupanjatkan di akhir sholatku..  Do’a agar kemudahan Engkau berikan dalam proses hidup mati Istri dan Anakku.. dan engkau kembali membuktikan kuasa-Mu.. membalikkan semua prediksi mahluk-Mu yang mengaku ahli. Menghilangkan kekhawatiran dari hamba-hamba-Mu yang lemah ini.. 

Ya.. pada usia kehamilan ke 35 minggu, Anakku dalam posisi Sungsang, Posisi dimana kepala bayi berada di atas, dan menurut Dokter bahwa posisi itu akan sangat sulit berubah dalam usia kandungan seperti saat itu. Namun Dokter tetap memberikan sedikit harapan, dengan menceritakan sejarah pasien-pasiennya terdahulu, memang tidak banyak yang sukses melakukannya (membalik posisi bayi ke posisi ideal), namun bukan berarti tidak ada. Beberapa tips dari sang dokter ditambah dengan hasil pencarian ilmu di internet intens dilakukan Istriku. Sementara saya hanya bisa pasrah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Saya tidak meminta posisi bayi diperbaiki, saya hanya meminta semoga Istriku diberikan kemudahan menjalani proses persalinannya.  Dan Allah memberikan segala yang dibutuhkan untuk kemudahan itu. 

Permintaanku tidak cukup sampai di situ ya Allah.. karena perjalanan hidup masih panjang. Engkau telah memberikan Amanah kepadaku, amanah yang tidak mudah untuk kujalani. Untuk itu, keberkahan-Mu sangat kuharapkan, agar selalu tercurah dan menemani hari-hari kami kedepannya.  Aamiin.

Minggu, 14 Oktober 2012

Lembaran Baru

Mungkin itulah kalimat yang pantas saya jadikan judul pada postingan kali ini, sebuah lembaran baru setelah sekian lama blog ini terbengkalai. Sebuah lembaran yang akan merefresh kembali keinginan untuk tetap menulis. Kesibukan sebenarnya bukanlah menjadi alasan yang tepat atas diamku selama ini. Entahlah.. Enggan saja rasanya menulis.

Gambar dari sini
 Lembaran baru pun layak kusematkan untuk catatan aktivitasku hari ini, karena 14 Oktober adalah tanggal dimana Ibu melahirkanku. Bukan berarti mengkhususkan hari dan tanggal ini, namun beberapa ucapan dan do'a yang berasal dari sahabat-sahabat serta orang-orang terdekat yang mungkin memiliki waktu lebih luang dari yang lain menggugah kesadaranku untuk kembali berbenah. 

Berbenah harusnya kulakukan setiap hari, namun tidak setiap hari do'a-do'a tersebut mengarah padaku bukan..?? 

Makasih buat semua yang telah menyempatkan waktunya untuk mau mengingatkan dan memberikan  do'a-do'anya hari ini, Semoga apa yang kalian do'akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. dan semoga harapan-harapan yang terselip dari do'a yang terpanjatkan itu pun mengarah pada kalian. Untuk mas Insan Robbani, makasih atas postingan Saat Usia berkurang yang sedikit banyak memberikan peringatan bagiku untuk segera memperbaiki diri. dan semua sahabat-sahabat Blogger terkhusus yang tergabung dalam Bloofers yang selalu mau berbagi informasi. saya banyak belajar dari kalian. 



Sabtu, 28 Juli 2012

Catatan Minggu Pertama Ramadhan

Bismillah... 
 
Minggu pertama ramadhan adalah minggu yang cukup berat, pola hidup berubah, tidur, makan, dan beberapa aktivitas tambahan membuat kita harus cepat-cepat melakukan penyesuaian. apalagi bagi seorang karyawan swasta seperti diriku, di luar ramadhan saja tidurku tidak teratur, karena jadwal shift yang berubah tiap minggunya, namun itu bukan sebuah alasan untuk berleha-leha dalam melaksanakan Ibadah di bulan Ramadhan kali ini. 
Dalam minggu pertama ramadhan ini, ada beberapa catatan yang sempat terekam dalam ingatanku. dan semoga tidak salah merekam yang akhirnya hanya menyesatkan..  hehehe...

Islam Kaffah
Begitulah judul ceramah di hari ke-4 Ramadhan. (Malam pertama tentunya menyambut ramadhan, malam ke-2 dan ke-3 Sholat di Pabrik). Islam Kaffah menurut Beliau adalah kehidupan yang di dalamnya selalu disandarkan kepada Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah. bukan hanya yang berkaitan dengan diri pribadi, tapi juga keluarga, lingkungan sekitar hingga pada masalah-masalah kenegaraan. Berislam secara kaffah tanpa di dukung oleh lingkungan sekitarnya sangatlah sulit. Lihatlah bagaimana informasi yang mudah di peroleh sudah membuat budaya kita menjadi tergeser. Media telah memutar balik kebenaran. menjadikan anak-anak kita salah dalam menentukan figur idola. Teringat beberapa saat yang lalu, bagaimana seorang mantan pelaku pornografi yang dibebaskan. Kemudian Media memberi tajuk "bebasnya sang bintang". Seakan-akan membenarkan apa yang telah diperbuatnya. bagaimana ini...?? 
Islam yang kaffah adalah menerima seluruh isi Al-Qur'an, bukan menerima setengahnya dan menolak setengahnya yang lain. sebuah Ayat dalam Al-Qur-an yang berbunyi :
“Dan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawinlah dengan perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua, tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka kawinilah seorang saja, atau ambillah budak perempuan kamu. Demikian ini agar kamu lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya” (An-Nisa` 3).
Ayat di Atas menjelaskan tentang "bolehnya" melakukan Poligami, nah.. bagaimana dengan kondisi negara kita tentang hal ini..?? Negara justru menolak dengan tegas ayat di atas. begitupun dengan tanggapan sebagian besar wanita negeri ini. Malah membenci ayat tersebut. Ingat.. membenci berarti mendurhakai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jika memang belum bisa melakukannya, maka jangan sampai untuk membencinya, pun membeci orang-orang yang bisa melakukannya. (hanya sebuah contoh kecil bagaimana beratnya berislam secara kaffah di negeri ini) 

Meningkatkan Kualitas Hidup (Hari ke-5)
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa telah ditegaskan tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  berarti hidup adalah ibadah. meningkatkan kualitas hidup bukan dengan menuju keadaan sejahtera secara duniawi, namun lebih pada peningkatan kualitas ibadah. kita terkadang lupa akan tujuan ini, yang kemudian menjadikan dunia sebagai tujuan akhir usaha kita. banyak diantara kita yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan predikat "Berhasil" dari sudut pandang duniawi. tidak peduli apakah itu halal ataukah haram, yang penting bisa tampil sebagai orang yang terpandang. Namun apakah kita sudah terpandang di hadapan Allah..?? 

Kita sama-sama mengetahui bahwa Berpuasa, sholat, zakat, haji dan lain sebagainya adalah ibadah, namun cukupkah hanya ibadah itu saja sehingga kita disebut sebagai orang-orang yang berada pada tujuan yang sebenarnya..?? ataukah kita harus menghabiskan seluruh hidup kita untuk melakukan sholat, puasa, dan zikir..? Hidup adalah ibadah, jika dikerjakan sesuai dengan apa yang telah dituntunkan oleh Allah melalui Rasul-Nya maka segala yang dikerjakan akan bernilai Ibadah dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah yang disebut hidup yang berkualitas.

Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan’” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengatur segalanya. dan telah memberikan tuntunan yang sangat-sangat sempurna bagi kita dalam menjalani hidup. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengarahkan kita pada tujuan kehidupan yang semestinya. dari hadits di atas dapat disimpulkan, bahwa apapun yang kita lakukan jika di niatkan untuk mendapatkan Ridho Allah  Subhanahu Wa Ta'ala maka Ridho-Nya akan kita dapatkan. tentunya harus dilakukan sesuai syariat-Nya. 

Untuk itu, jangan sia-siakan hidup,  Mulailah memperbaiki niat. agar segala sesuatu yang kita kerjakan dalam hidup ini bernilai ibadah di Hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Cukup Sekian yang bisa saya serap dari ceramah-ceramah yang saya dengar, saya memang orang yang kurang baik dalam merekam dan meneruskan apa yang telah saya dengar. namun begitu, saya berharap yang sedikit ini dapat memberikan manfaat. Jika ada yang salah dalam tulisan ini mohon dikoreksi agar tidak malah menyesatkan.. :)

Wassalam...  





Rabu, 18 Juli 2012

MEMANTASKAN DIRI MENCAPAI IMPIAN

Bismillah…

Alhamdulillah beberapa hari lagi Ramadhan akan tiba, bulan yang penuh dengan ampunan, penuh dengan bonus pahala berganda, serta keistimewaan-keistimewaan lainnya yang membedakan dengan bulan-bulan yang lain. Sudah sepantasnya Ramadhan menghadirkan sebuah kerinduan bagi jiwa-jiwa yang beriman.
Gambar dari sini
“Beriman?” ya…. Hanya bagi mereka yang berimanlah yang merasakan kerinduan sejati akan datangnya bulan Ramadhan. Karena bagi mereka yang tidak berada dalam level keimanan yang layak tentunya akan merasa terbebani oleh datangnya bulan yang penuh dengan aturan-aturan yang membatasi ruang gerak. Berpuasa pada siang harinya. sholat dengan rakaat banyak pada malamnya. Bangun dini hari untuk bersahur dan sebagainya. 

Sudah pantaskah diri ini…??
Pantas atau tidak pantas, ramadhan pasti akan datang dan berlalu seiring waktu yang terus berputar. Begitupun dengan pintu ajal yang terus mendekat. Kerinduan hanyalah sebuah rasa yang terbentuk dari niat dan tujuan yang hendak dicapai. Apakah saya merindukannya..?? entahlah… biarkan Allah yang menilainya, karena itu tidaklah lebih penting dari menata niat dan tujuan yang hendak saya capai dalam bulan Suci itu…. 

Tak lupa pada kesempatan ini, saya Selaku Pemilik Blog Andro-bhaskara Memohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila selama ini ada salah yang telah saya perbuat, dan dengan ini pula saya menyatakan telah memaafkan segala salah yang mungkin tanpa saya sengaja tersimpan di hati… 

Wassalam…

Senin, 16 April 2012

Cerita Usang

Bismillah...

Tulisan ini sudah lama mengisi ruang draft blogku, kejadian yang sudah lama terjadi, namun masih membekas dalam ingatan, sempat berfikir untuk menghapus draft ini, tapi sayang ah.. -_-
beberapa hari ini, banyak teman-teman Bloofers yang mengadakan kopdar regional, dan share pengalamannya via blog, so.. walau telat tuk menceritakannya, namun gak ada salahnya bukan..? setidaknya orang-orang bisa tau kalo saya juga pernah merasakan berada di antara teman-teman bloofers yang sungguh luar biasa...

pengalaman saya ikut kopdar bloofers pada ulang tahun Bloof yang pertama, dan tempat yang saya kunjungi adalah Makassar. kenapa saya memilih makassar ?? kenapa bukan tempat yang lain..?? jawabannya karena bloofers makassar mempunyai agenda yang lebih pasti tentang acara dan waktu pelaksanaannya, tempatnya dekat dengan kotaku saat ini, dan juga di sana kampung halamanku, jadi bisa sekalian bernostalgia dengan masa kecilku.. :) baca juga Persiapan Dadakan

Kopdar Bloofers makassar dalam rangka hari jadi Bloof yang pertama.. itulah alasan utamaku datang ke sana, tapi entah kenapa saya malah menyia-nyiakan kesempatan itu, dan sampe sekarang saya begitu menyesalinya. gimana tidak, kebiasaan buruk menunda-nunda waktu tetap aja kulakukan, acara mulai jam 16:00 eh malah saya memutuskan untuk ke sana habis magrib.. berharap masih dapat 2 jam untuk berinteraksi dengan para bloofers makassar..

lagi-lagi saya tidak memperhitungkan segala rintangan yang dapat kutemui di perjalanan, hitungan sangat pas, seperti orang yang udah hafal jalan, seperti pawang hujan yang bisa mengatur turunnya hujan, atau seperti apalah.

sebenarnya saya sudah berangkat selepas Ashar. trus singgah ke tempat teman yang minta di jemput (atau malah saya yang minta di temanin.. :D), Namun karena Hujan, saya putuskan untuk sholat magrib dulu. *itung-itung acaranya sampai jam 20:00, masih bisa terkejar. sehabis Sholat Magrib, saya kembali melanjutkan perjalanan.

Dengan sangat santai saya memacu kendaraanku, dalam pikiranku alamat udah sangat jelas. sesampai pada alamat yang tadi mampang di otak, ternyata alamatnya salah, dan sialnya lagi teman yang menemaniku yang katanya orang Makassar juga gak tau alamat itu.. -_-.. pikiranku mulai kacau (bukan karena balon yang meletus loh. -_-) , apalagi setelah saya bertanya ke beberapa orang yang kutemui di jalan, dan tak satupun yang mengetahui alamat itu..langsung saya hubungi Lathifah (knapa gak dari tadi) dan akhirnya saya menemukan juga tempat pertemuannya.. hahahaha..

Sesampai di sana, Bloofers makassar menyambutku dengan sorakan, saya serasa artis yang memasuki ruang  jumpa fans.. namun saya tetap menjaga kesadaran dan bisa duduk dengan selamat tanpa terjatuh.. #nah loh.. Gugup dan penuh ketakutan, karena sebelumnya telah mendapat teror dari Cahya dan Lathifah. kuperhatikan dengan jelas, apa yang sedang terjadi di sana.. waduh.. ternyata lagi ada presentase blog dari bang Arman Rahim, kira2 beliau lagi jelasin apa yak.? mungkin tips dan trik utak-atik blog, tentang cara menulis atau apalah. *pikirku, dan ternyata beliau mempresentasekan blognya dan semua yang hadir harus melakukannya.. waduh.. detak jantung makin gak karuan.

Dan tiba saat yang paling mendebarkan, http://andro-bhaskara.blogspot.com akhirnya terbuka, dan saya diminta untuk mempresentasikan segala sesuatu tentang blog ini, dan saya bingung mau jelasin apaan..?? karena blog ini hanya sebuah blog, hanya sebuah wadah bagi tulisan randomku, nama, header, tampilan, gak menyimpan maksud apa2.. jadi saya jelaskan aja secara ngawur.. :D.. dan sang Waktu pulalah yang mengakhiri deritaku... karena waktu peminjaman gedung sudah hampir habis, bloofers makassar sudah tidak konsentrasi lagi dengan apa yang saya paparkan, Mata mereka sesekali menatap jam yang terus berdetak. dalam hatiku, "inilah saat yang pas untuk mengakhiri pemaparan tak penting ini" hehehehe...

Singkat kata dan cerita, semua berlalu seiring waktu yang berjalan. Banyak cerita lain yang terjadi, namun saya pikir semuanya cukup kuungkapkan seperti ini :
Bloofers Makassar adalah sebuah komunitas yang terbentuk dari semangat kekeluargaan, blog memang menjadi alasan dan sebab pertemuan mereka, tapi tanpa semangat kekeluargaan mustahil tercipta kekompakan di antara mereka. Hampir tidak ada kata "tidak" untuk sebuah rencana yang telah di putuskan bersama, dan bagiku itu membutuhkan sebuah alasan yang lebih dari hanya sekedar pembicaraan dunia blogging. dan saya yakin bahwa semangat itu hadir dalam dada setiap bloofers.



Minggu, 18 Maret 2012

Menulis


Menulis adalah aktivitas yang tidak pernah lepas dari hidupku, namun ketika ditanyakan alasan saya menulis, sepertinya sulit sekali untuk bisa menjelaskannya, menuliskan sesuatu tentang menulis itu sendiri. *masih paragraph awal sudah kacau gini.. -_-

Gambar dari sini
Menulis bagiku adalah sebuah media atau lebih tinggi saya menyebutnya “indera” komunikasi yang sangat efektif untuk digunakan, selain komunikasi dengan orang-orang yang berjauhan (melalui surat, sms, fax, dll), pun dapat dilakukan untuk pengutaraan suatu maksud yang mungkin terpendam dalam hati dan tidak bisa diungkapkan oleh mulut. Menulis juga bisa digunakan untuk merekam sesuatu yang terlintas dalam ingatan dan pikiran, yang mana pada waktu-waktu yang lain akan sulit untuk menghadirkannya kembali.

Melalui tulisan, sejarah masa lalu dapat diketahui oleh masyarakat saat ini. Dan nantinya, orang-orang di masa yang akan datang akan mencari tulisan-tulisan pendahulunya (termasuk kita yang hidup sekarang) untuk mengenal dan mempelajari segala sesuatu yang bisa berguna bagi kebaikan hidupnya.

Untuk itulah saya menulis, meninggalkan jejak langkah kehidupan melalui tulisan, merekam apa yang saya pikirkan dan rasakan untuk kutengok esok hari. Mungkin saat ini, apa yang saya tuliskan tidaklah terasa begitu berarti, namun siapa tau kelak saya akan merindukan atau memerlukan untuk melihat jejakku kembali, yang tak mungkin saya ingat selamanya. dan... mari menulis.. :)

Semoga bermanfaat...

Selasa, 13 Desember 2011

Revolusi 13

Sudah lama tulisan ini saya pending dengan berbagai alasan yang kesemuanya berujung pada kekurang pahaman saya dalam mereview sebuah buku... ya.. saya tidak begitu cakap menceritakan kembali apa yang telah saya baca atau tonton.. tp karena telah berjanji pada sang pengarang buku, jadi saya berusaha menuliskannya.. :) 

Kaya.. siapa yang tidak ingin kaya..?. Manusia pada umumnya selalu berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kebebasan finansialnya, dan itu memang harus dilakukan, karena tanpa uang, tidak ada kegiatan yang bisa kita lakukan dengan maksimal. Makan dan minum pasti memerlukan uang, ibadah juga memerlukan uang, bahkan tidur pun tak akan nyenyak jika tak memiliki uang. Uang..Uang.. dan uang.. hmmm.. uang mampu menjadikan orang yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa, menjadikan si baik menjadi bejat, bahkan bisa dikatakan bahwa uang dapat memutar balikkan seluruh sendi-sendi kehidupan. apakah uang adalah segalanya..?? bukan.. tapi segalanya memerlukan uang.. setidaknya begitu yang sering saya dengar dan baca. :)

Revolusi 13 adalah salah satu buku motivasi karya Kang Sarli Rahman, saya peroleh setelah mengikuti kuis yang beliau adakan beberapa minggu yang lalu. buku yang menyajikan langkah-langkah atau jurus-jurus jitu yang harus dapat dilakukan dalam meraih kesuksesan dan kekayaan. Menurut beliau, Ada 13 hal yang perlu direvolusi dalam diri kita untuk mencapai kesuksesan dan kekayaan, ada 3 alasan utama mengapa kita harus kaya, ada 3 sumber pendapatan, dan ada 3 jurus jitu mengelola dan memahami fungsi uang. semua terangkum dalam satu buku yang telah beliau terbitkan ini. 

Mungkin banyak buku yang telah membahas tentang masalah ini, tapi menurutku, buku Revolusi 13 tetap layak untuk dibaca dan mengambil pelajaran darinya. buku yang disajikan dalam bahasa yang sederhana, disertai cerita-cerita ringan membuatnya mudah untuk dipahami. apalagi pembahasan yang kadang dikaitkan dengan pesan-pesan religius, menjadikan pembaca semakin yakin dengan kebenaran langkah yang tersajikan. Ya.. sebuah motivasi harus disertai keyakinan bukan..?? 
begitu banyak orang saat ini berlomba untuk menjadi yang terbaik, menjadi seorang pemenang, atau menjadi orang terkaya di lingkungannya. ada yang berhasil, namun ada yang gagal. Tetapi ironisnya mereka yang menjadi pemenang hari ini tidak mampu bertahan lama, dan dalam waktu sekejap berbalik menjadi pecundang. Banyak orang yang hari ini begitu taat beragama, namun keesokan harinya terjerumus menjadi orang bejat, banyak orang hari ini begitu pintar, namun esok hari begitu gampang menjadi orang bodoh. Mengapa itu bisa terjadi..?? jawabannya adalah karena mereka tidak pernah berusaha mengakumulasikan kekuatan, keimanan, dan kecerdasan mereka
Ya.. kesuksesan bukan suatu hal yang begitu saja terjadi, tapi melalui sebuah proses yang panjang. sukses bukan tanpa terjatuh, tapi bagaimana bangkit kembali dan meneruskan impian. walau harus di akui bahwa keberuntungan ikut berpengaruh.. 
Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan (Thomas Alva Edison)
 * Semoga Bermanfaat.. :)

Minggu, 04 Desember 2011

Cerita Hari Minggu

Bismillah.. 

Ngambil gambar di sini
Siang ini.. saya Sebenarnya malas melakukan apa-apa.. hanya ingin bersantai kayak di pantai, menikmati Kesejukan hutan belantara, atau apa saja deh yang membuat jenuh pergi menjauh.. namun karena aktifitas sebagai buruh pabrik yang tak kenal hari libur, tak kenal siang atau malam, jadinya saya menghabiskan hari mingguku di pabrik.. 

Pagi yang dingin tak mengurangi semangatku, yah memang sih.. kebiasaan mengulur waktu masih tetap ada, bangun dari tidur, gosok2 mata, dan tengok ke arah jam dinding, 30 menit, 15 menit, 5 menit, ah.. masih ada waktu untuk bermalas-malasan di pembaringan.... kebiasaan buruk..?? hehe.. bagiku itu adalah disiplin.. *ngeles.. -_-.. Tiba saatnya untuk berangkat, dengan perhitungan waktu yang sangat pas-pasan, pakai baju 3 menit, kaos kaki dan sepatu hingga memacu si Jupi paling membutuhkan waktu 2 menit, perjalanan dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, jarak tempuh 20 km paling kulahap hanya dalam waktu 20 menit. yah.. 30 menit cukuplah untuk itu semua.. :) 

Awalnya kondisi jalan cukup lengang, saya bisa memangkas waktu perjalanan pikirku.. dan tibalah pada sebuah persimpangan, pak polisi menghentikan perjalananku. di depan ada event jalan santai yang di adakan oleh partai politik besar, jumlah pesertanya banyak mereka membanjiri jalan dengan warna biru khas partai itu dan harus menunggu sampai mereka melintas seluruhnya untuk dapat memberi ruang bagi kendaraan yang hendak menggunakan jalan itu, begitu pak polisi menjelaskan. saya hendak mengantarkan anakku ke sekolah minggu, saya hendak melaksanakan ibadah. dua alasan yang dilontarkan oleh pengemudi lain cukup meyakinkanku bahwa alasan terlambat pun tidak akan membatuku untuk dapat melintas. 

Saya terjebak. berbalik arahpun tidak bisa, dan saya hanya bisa pasrah, sepertinya partai ini akan menghadiahiku sebuah surat peringatan dan pemotongan upah bulan ini pikirku, dalam resah hati memaki, kenapa bulan ini tidak bersahabat untuk karirku..?? kemarin sudah telat, hari inipun bisa dipastikan telat lagi. dan dalam bulan ini saya sudah telat masuk kerja sebanyak 4 kali.. tapi siapa yang pantas kumaki..?? pak Polisi..?? Partai Biru ini..?? peserta jalan santai..?? sepertinya yang paling pantas hanya diriku sendiri.

Memang sih, ada sedikit kritikan yang bisa kuberikan kepada panitia pelaksana jalan santai dan polisi yang sedianya dapat merekayasa pengaturan lalu lintas. menurutku, jalur lintasan yang digunakan adalah jalur vital yang dapat menutup akses transportasi utama kota palu dan tanpa ada jalur alternatif yang bisa ditempuh (Setidaknya menurut sepengetahuan saya yang tidak tau jalan2 atau lorong2 yang bisa digunakan). Mungkin dengan pertimbangan bahwa hari ini hari libur, dan hanya beberapa saat. Namun tidak bisa dijadikan alasan, karena minggu hanya bagi sebagian orang, dan orang sepertiku yang tidak bisa menetapkan hari libur pada satu hari tertentu, pastinya menganggap hari minggu itu sama dengan hari2 lain (kecuali hari Jum'at). Dan Pak Polisi harusnya menutup akses pada persimpangan yang masih menyediakan jalur alternatif dan mengarahkan pengguna jalan ke jalur2 alternatif yang bisa digunakan tersebut, bukan mencegat kami pada tempat yang tidak ada jalan lain kecuali memutar arah (Kalaupun masih sempat) atau pasrah menunggu.

Setelah perjuangan yang cukup berat, akhirnya sampai juga ke tempat kerja. Aroma batu bara langsung tercium, deru mesin menggetarkan gendang telingaku, Polusi itu sudah biasa dalam hidupku, dalam pikirku hanya keterlambatan dan isi surat peringatan yang kelak kuterima. Sesampai di ruangan, teman kerja langsung menyapaku dengan pertanyaan-pertanyaan, kamu tau kalo si Rachmad sedang cuti..??.. tidak dan memang saya tidak begitu peduli emang kenapa..?? jawabku.. trus kenapa kamu masuk pagi ini..?? jadwalmu hari ini bukannnya sore..?? tanpa menjawab pertanyaan itu, langsung kuarahkan pandanganku pada jadwal piket yang terpampang di dinding ruangan.. daaaaannnn.. #Gubrak... Untuk kesekian kalinya saya salah jadwal. Namun hari ini saya tidak menyesalinya, malah Bersyukur kepada Allah yang telah membuatku lupa (Memang tidak tau), karena dengan begitu, saya telah membantu teman yang butuh di gantikan setelah semalaman bertugas, mengambil alih tugas teman yang sedang cuti, mendapatkan upah lemburan, saya terbebas dari pemotongan upah dan surat peringatan yang sejak tadi menyesakkan dadaku dan yang tidak kalah penting saya bisa ngebloof seharian, menyapa sahabat dengan canda dan tawa.. Alhamdulillah... ^_^
 
Yah.. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. (Wikipedia).. Termasuk di dalamnya pengaturan waktu yang telah dibuat. (kutambahkan sendiri.. :d) penting untuk mengatur waktu sesuai dengan besarnya kepentingan dan sebab akibat yang terkandung dalam sebuah aktivitas, yang pasti, cerita tentang kemalasan yang termuat dalam tulisan ini adalah contoh buruk dari sebuah pendisiplinan diri yang salah. Terkadang toleransi yang diberikan dimanfaatkan untuk suatu kemalasan, bukan untuk hal-hal yang bersifat urgen. jadi, simpanlah toleransi itu untuk sesuatu yang memang memerlukannya. tidak ada seorangpun yang dapat memastikan apa yang nantinya akan terjadi, bahkan tidak untuk hembusan nafas pada detik selanjutnya. 

Sabtu, 26 November 2011

Persiapan dadakan

Bismillah...

Ngambil Gambar sini
Keindahan itu telah usai.. hari ini saya memulai aktifitas seperti biasa... bukan berarti tanpa keindahan, tapi mungkin keindahan minggu kemarin menyilaukan pandanganku untuk melihat keindahan hari ini.. 
masih terasa sisa-sisa keindahan lewat canda tawa sahabat, menceritakan pengalaman, perasaan, dan apapun itu, sahabat yang lain hanya memperhatikan, menunggu, dan mungkin dengan sangat penasaran ingin mendengarkan cerita ini.. tapi apa yang harus kuceritakan..??

okeh.. singkat.. 18 November 2011.. pulang dari pabrik d pagi hari, mata terasa lelah, tapi tidak menjadikan jiwa berhenti menyemangati raga.. ada rencana yang harus saya lakukan hari ini.. begitu pikirku berkata.. rencana bulan kemarin yang belum sempat saya tuntaskan, menyisakan rasa penasaran yang sangat mengganggu. belum lagi beban pikiran yang telah penuh mengisi ruang2 otakku. Seakan ikut menyemangati raga untuk terus bekerja.. 

hah.. tiket Makassar-Palu sudah d tangan. jadwalnya 25 Nov 2011. tapi saya masih di palu.. hahaha.. Jum'at atau sabtu..?? belum jelas.. buka internet.. cek penerbangan hari ini.. waduh.. tidak terjual lagi.. cek ke sebuah penyedia jasa traveling.. Alhamdulillah masih ada.. lah.. kan saya blum siap untuk berangkat..?? Booking dulu ya mas..

pulang ke rumah.. dengan sebuah tanya yang tak terjawab oleh keyakinan.. apakah saya siap berangkat hari ini..?? # masih bingung.. cek lagi penerbangan untuk esok hari.. wah..wah..wah.. harga selangit.. masih dengan kebingungan, tp sedikit lebih yakin.. hari ini saya harus berangkat.. selepas sholat Jum'at, kudapati travel bag udah terisi dengan barang keperluanku.. makasih tante.. saya tidak perlu repot-repot lagi, tinggal cek-cek aja, siapa tau ada yang ketinggalan.. yah,, akhirnya saya berangkat juga hari itu.. 

Dua jam kemudian saya sudah berada di bandara Sultan Hasanuddin.. seakan tidak percaya. tapi ini benar nyata.. saya berada d sini.. hahaha.. memerlukan sedikit keyakinan untuk mulai melangkah dan saya sudah sejauh ini. Alhamdulillah.. :)

Mana karpet merahnya..?? mana pengalungan bunganya..?? mana iringan rebananya..?? Bloofers makassar mana yak..?? owh iya.. mereka belum tau kalo saya datang.. sengaja kulakukan biar mereka gak repot.. (atau memang mereka gak mau direpotin dan gak peduli dengan kedatanganku... kwkwkwkwk)

Yah.. begitulah sekilas tentang persiapan dadakan yang kuciptakan sendiri.. padahal perencanaan sudah  dari dua minggu sebelumnya.. sebuah pesan dari pengalaman ini, jangan menunggu sampai waktu memaksa untuk bergerak, tapi bergeraklah mengikuti waktu yang terus berputar..



Sabtu, 29 Oktober 2011

Aku Masih Harus Berteriak

Ngambil gambar di sini
Bismillah..
Aku harus selalu menyebutMu, meminta pertolonganMu dari ketakutanku dalam mengarungi belantara hidup dimana Iblis Laknat selalu mengintai, membidik dada dengan senjata nafsu. Yang membuatku tersudut dalam ruang gelap tak berdinding namun seakan sempit oleh imajinasiku sendiri.
Kenapa ketakutan itu harus ada..?? sementara  sang penjaga adalah Dia yang menguasai langit dan bumi beserta segala isinya. Bahkan Iblis pun akan berlari menjauh ketika namaNya disebut. Masih bisakah Iblis membidik dengan tepat dalam kondisi seperti itu..??
Sangat mengherankan, ketika aku yang memanggilMu ternyata Iblis hanya tertawa melihatku, bahkan aku berteriak pun dia tak peduli dan terus saja membidik, apakah keagungan NamaMu telah luntur..? ataukah Iblis telah mendapat restuMu sebagai penguasa hati-hati kami di bumi..??
Berteriak…?? Hahaha.. kata itu… ya.. “berteriak” telah membuka logikaku yang selama ini hanya kugunakkan untuk perhitungan matematika, yang hampir membuatku gila oleh hayalan medan elektromagnetik. Tapi sekarang Rumus-rumus itu akan kugunakan, semoga benar.
Membuka buku tak kuperlukan sekarang, karena aku tidak membutuhkan epsilon 0.00000….dst.. yang kubutuhkan hanya pendekatan logika saja. “Berteriak” hanya dilakukan ketika jarak memisahkan. Semakin kecil jarak itu, maka suara yang diperlukan akan menjadi semakin kecil untuk berkomunikasi. Oooo…  teori resistansi pun ikut berlaku, dimana jarak menjadi rintangan dalam pengiriman daya listrik. Kenapa teori-teori itu kulupakan..??
Yah.. ternyata aku jauh dariMu, saking jauhnya sehingga Engkau tidak mendengarkan teriakanku, atau mungkin pasti Engkau mendengarnya, tapi mengabaikan teriakanku. Teringat lagi akan janjiMu, bahwa “jika aku mendekat maka Engkau akan semakin dekat”. Betapa bodohnnya aku.

Minggu, 23 Oktober 2011

Seharusnya 3-5 Milan untuk Simoncelli


Kabar duka datang dari arena balap, seri motoGP sepang Malaysia 2011 mengakhiri petualangan Marco Simoncelli. Rider yang berjuluk super sic tersebut kehilangan kendali pada tikungan 11 dan langsung terhempas ke lintasan. Naas bagi simoncelli, Colin Edwadrs yang berada di belakang tidak dapat menghindari benturan dengannya, Valentino Rossi yang juga rider asal Italia sekaligus sahabat dekat Simoncelli ikut terlibat dalam insiden tersebut, namun tidak sempat terjatuh karena masih dapat mengendalikan motornya, Colin Edwards terjatuh tapi masih bisa bangkit kembali, sementara Simoncelli terkapar tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke Rumah sakit. Race ditunda beberapa saat menunggu kabar dari Medical center yang sedang merawat Simoncelli, dan akhirnya di cancel. walau belum ada berita yang jelas dari tim Medis, tapi sudah dapat di pastikan bahwa keadaan Simoncelli pasti sangat parah sehingga race tidak dapat dilanjutkan. Setelah menunggu beberapa saat, kabar Meninggalnya Simoncelli termuat di beberapa media elektronik, merasa tidak percaya, saya langsung browsing untuk mencari kepastiannya, dan tidak lupa login ke fesbuk, di sana ternyata sudah ramai oleh kabar tersebut.
Disela-sela penjelajahan, saya terinngat akan jadwal pertandingan Serie-A Italia yang akan mementaskan laga antara Lecce vs AC Milan. selepas Magrib, saya langsung menuju tempat Nonton bareng Milanisti Indonesia Seazione Palu, datang agak lambat, dan mendapati score 1-0 untuk lecce. Agak sedikit mengecewakan, tapi fokus perhatianku tertuju pada lengan para pemain Milan yang mengenakan ban Hitam. Ada apa gerangan..?
Setelah mendengar cerita dari para Milanisti yang telah datang lebih awal, barulah saya mengetahui bahwa AC Milan berduka atas meninggalnya Marco Simoncelli yang merupakan seorang pendukung fanatik AC Milan dan Pembalap Asal Italia.
sayapun kembali serius menikmati pertandingan, eh.. Lecce kembali mengubah papan score menjadi 2-0 lewat Penalti Massimo Oddo pada menit ke-30, dan 7 menit berselang, kembali lecce menambah keunggulan lewat sontekan Grossmuller yang memanfaatkan kesalahan pemain belakang Milan. 3-0 untuk Lecce bertahan hingga akhir babak pertama.
MISP  yang biasanya Bernyanyi sebagai penyemangat terdiam, dan yang membuatku heran adalah caci maki oknum2 Milanisti untuk Tim dan pemain Milan sendiri. wow.. Ada apa ini..?? katanya Millanisti, koq bisa gitu sih..?? :(
Pertandingan kembali dilanjutkan untuk babak kedua, Kevin Prince Boateng masuk menggantikan Massimo Ambrosini, dan Alberto Aquilani menggantikan Robinho. Keputusan pelatih kali ini sangat tepat, Boateng menyamakan kedudukan hanya dalam waktu 15 menit lewat hatricknya masing-masing pada menit ke-49, menit ke 55 dan 63. dan Yepes membalikkan kedudukan menjadi 3-4 lewat sundulannya pada menit ke-83. Sepanjang laga babak ke-2, Para Milanisti termasuk saya terus menerus bernyanyi memberikan semangat, walau sadar kalo para pemain Milan tidak akan mendengarkan teriakan dan nyanyian kami.. hehehehe
Hati lega akan kemenangan ini, tapi masih ada yang sebenarnya kuinginkan, yaitu tambahan satu gol untuk milan. ya.. dengan skore 3-5, maka lengkaplah persembahan Milan untuk Simoncelli, 5 untuk Milan, dan jumlah gol 8 untuk melengkapi kenangan atas rider yang mengenakan nomer 58 pada motornya. tapi kemenangan ini cukup untuk sedikit melupakan kesedihan hari ini.




Sabtu, 08 Oktober 2011

Sebuah Perpisahan

Subhanallah..
Lupa tak pernah lepas dari perjalanan hidup manusia, dalam sehari atau malah sejam bahkan semenit, lupa seringkali hadir menghiasi kehidupan. Tak pandang siapapun orangnya, apapun jabatannya, dan dimanapun dia berada. entah itu lupa yang benar-benar lupa atau sengaja untuk melupakan.
Apakah ini pembahasan tentang lupa...?? bukan, tapi tentang perpisahan. :D
Sebuah perpisahan kadang menggugah kesadaran kita akan sesuatu yang selama ini kita lupakan, barang-barang yang telah kita miliki, teman-teman yang ada disekelilling kita, sahabat-sahabat yang senantiasa ada didekat kita, keluarga yang tak henti-hentinya memberikan support bagi perbaikan hidup kita. Namun ketika itu semua masih sedang kita nikmati, seakan tak ada arti apa-apa.
Teringat seorang sahabat yang pada saat kebersamaan kami, hanya kuanggap teman (karena tidak menyadari berharganya dia), mengganggapnya hanya sebagai pelengkap, pesuruh, yang terkadang hanya memanfaatkan tenaganya. kadang dibentak, kadang dihina, dan dia tidak pernah mengeluhkan perlakuan kami.
Entah apa yang ada dibenak kami saat itu. apakah memang lupa, atau berpura-pura lupa..??
waktu berputar dengan cepatnya, hingga pada satu malam, dari sebuah pesan singkat kudengar kabar bahwa dia telah pergi menghadap Sang Pencipta. bagai memikul beban yang berat, aku tak mampu bangkit dari pembaringanku, seketika ingatan menerawang jauh ke masa lampau, masa dimana kami masih bersama. Teringat canda tawa, kesedihan, pengorbanan, dan lainnya yang selalu dilalui bersama. Namun itu tinggallah masa lalu, saat ini hanya gundukan tanah bermisan namanya yang tersisa. 
Ya Allah... Ya Rabb.. yang menguasai hati dan pikiranku.. Jangan jadikan lupa sebagai bahan penyesalanku dalam perpisahan. Gerakkanlah hatiku untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang hadir dalam kehidupanku, dan jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu bersyukur atas nikmatmu. 
Wahai sahabat, tegurlah aku ketika salah, sapalah aku ketika lupa, dan mintalah padaku apapun yang bisa kubagi. Perpisahan memang tak dapat kuhindari, cepat ataupun lambat itu akan terjadi. Tapi, aku tak ingin menyesal sobat, aku ingin melepasmu dengan penuh keikhlasan.
Wassalam...


Rabu, 05 Oktober 2011

persahabatan yang lebih dari persahabatan

Persahabatan atau sahabat mungkin sudah sangat kita kenal, namun persabatan yang lebih dari persahabatan pasti membingungkan dalam mendefenisikannya. Hal itupun yang saya alami saat ini, ketika memulai tulisan ini, otak kupaksa berfikir, kira-kira apa yang dapat saya tuangkan dalam tulisan yang menggambarkan maksud dari persabatan yang lebih dari persabatan?
Intip-intip postingan Kang Yudi (Ananda), tetap tidak menemukan pengertian yang spesifik, nunggu beberapa saat dan kang Andy Ahmad Fairussalam juga telah selesai menulis tentang persahabatan unik ini. dan lagi-lagi tetap tidak menemukan penjelasan apa-apa. yah.. setidaknya dengan berkunjung ke blog dua orang sahabat yang telah berhasil menduduki page one gugel, tentunya ada imbas tersendiri yang kurasakan untuk kembali bersemangat dalam mengikuti even ini. (hahay.. ada contekan.. :P)
Event..?
ya.. event Bloofers yang digagas oleh kang Yudi sangat menarik bagiku. event yang bertujuan untuk mengajak para anggota Blog Of Friendship - Bloofers belajar tentang bagaimana mengoptimalisasi sebuah blog atau postingan agar mudah terindeks oleh mesin pencari. Teringat perkenalan pertama saya dengan kang Yudi. komentar pertamanya adalah "sebaiknya domain blognya dibalikin aja ke blogspot" karena menurut beliau, domain tersebut tidak akan terindeks oleh mesin pencari. Padahal saya baru menikmati kerennya alamat blog dengan domain co dot cc. baca di sini atau di sana untuk lebih lengkapnya. hehe
Walau hanya sekedar seru-seruan, JUST FOR FUN katanya, namun ini akan menjadi event yang sangat berharga bagiku. event pertama yang kuikuti, yang dapat memaksaku untuk belajar hal-hal baru yang masih asing buatku.
Tak dapat kupungkiri, mereka adalah sahabat yang membangkitkan semangatku dalam ngeblog. Kang Andy menyuntikkan semangat dengan follownya yang ketika itu blog ini memang miskin akan kunjungan, kucoba berkunjung ke blog miliknya, sebuah kalimat yang kukutip disana. "apapun yang pernah kita baca dan yang pernah terjadi pada diri kita baik yang nyata ataupun hanya sekedar bayangan dalam mimpi, jadikanlah sebagai untaian kalimat agar menjadi sebuah kenangan atas semua kisah-kisah yang pernah kita lalui" membuat saya semakin yakin jika menulis itu mudah.
Kang Yudi (Ananda) memberikan sambutan hangat saat pertama kali saya memberanikan diri menawarkan postingan di Bloof. mengajarkan banyak hal tentang teknik-teknik editing template. Sahabat yang selalu menghadirkan tawa dalam setiap perjumpaan.
Ada satu nama lagi yang tak mungkin saya lupakan, kang Budiman Arief. Dialah yang mengajari saya membuat blog, yang dengan penuh kesabaran menyuapkan ilmu-ilmu yang sangat sulit otakku terima. mengajakku bergabung dalam grup bloofers, dan banyak lagi yang lainnya. yang pasti dialah sahabat yang lebih dari sahabat.
Sahabat-sahabat bloofers yang lain tentunya tidak kalah pentingnya buatku. hanya saja sulit untuk kusebut satu persatu. Jika ada yang penasaran siapa saja mereka silahkan berkunjung langsung ke grup Bloof Of Friendship, di sana sahabat-sahabatku menunggu untuk memberikan sapaan hangat mereka.
Sebuah persahabatan yang sangat luar biasa, persahabatan yang lebih dari persahabatan. Pesan yang penting untuk untuk kusampaikan. Siapkan blog kalian untuk menampung kunjungan mereka. siapkan pula waktu kalian untuk membalas sapaan mereka. dan satu hal yang paling penting. Siapkan diri kalian untuk melawan candu Bloof. Karena jika kecanduan, kalian tidak akan punya waktu untuk hal-hal yang lain dalam hidup kalian. Salam Bloofers... ^__^


Senin, 26 September 2011

Persembahan Sahabat

Alhamdulillah..
Badan yang belum sepenuhnya fit, jemari yang masih kaku, tapi kali ini saya harus menulis. cukup lama tulisan ini tertunda, karena banyak hal yang harus kukerjakan dan kuketahui termasuk maksud dari pemberian seorang sahabat berupa DW Award. walau sampai sekarang tidak mengetahui pasti apa maksudnya, Namun tidak mengurangi kebahagiaanku menerimanya. karena bagiku, dianggap dan diingat oleh sahabat adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
ada beberapa catatan yang kuperoleh dari penelusuranku tentang bentuk DW Award yang menghentikan niatku untuk terus menelusuri maksud dari pemberian ini. dan semoga bukan merupakan kesalahan jika saya mengutipnya. berikut hasil kutipannya :
  1. Award merupakan bentuk apresiasi dari sesama blogger terhadap aktifitas kita dalam blogging.
  2. Ada sebuah amanah yang harus dijalankan dari pemberi untuk penerima,yaitu meneruskan atau menggulirkan award ke sesama blogger.
  3. Lebih mempererat tali silahturahmi antara pembuat,pemberi dan penerima award.
  4. Sebagai sarana untuk meningkatkan traffick pada blog yang berujung pada pencapaian ranking
 Khusus untuk point ke-2 dan point-4, maka saya akan meneruskan award ini ke beberapa sahabat yang mungkin membutuhkannya. dan yang berhak menerimanya adalah :


Cukup membingungkan juga memilih sahabat untuk mencantumkannya di postingan ini, namun satu yang pasti bahwa pemilihan ini bukan untuk mengutamakan seorang sahabat atas sahabat yang lain, karena semua sahabat sama berartinya bagiku. Pemilihan ini tak lebih dari sebuah amanah yang harus kujalankan.
Terimakasih untuk Budhi Insan Robbani yang telah memberikan Award ini. dan seluruh sahabat yang telah menghadirkan semangat dalam blog ini. tanpa kalian saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Rabu, 21 September 2011

cerita Pagi yang tertunda

Mata yang belum terpejam, malam yang telah berubah menjadi pagi tak mempengaruhi, masih dalam ruang yang sunyi dari suara manusia namun bising oleh deru mesin yang terus berputar. bukan.. bukan itu yang yang mengganggu pikiranku. karena dari awal sudah mengetahui jika kondisi itu pasti kuhadapi.
Semalam berfutsal ria bersama teman-teman lama. mengingatkan kembali masa-masa indah berseragam putih abu-abu yang tidak sepenuhnya kunikmati. ingin mengulang kembali masa itu, sejenak keceriaan itu bisa terulang, namun waktu dan kesibukan masing-masing memaksa untuk mengakhirinya. itukah yang membuatku galau..?? bukan.. bukan itu.. karena itu malah membuatku sedikit melupakan penat.
Ketika kehadiran hanya dinilai dari segi materi, ketika pendapat ditentang untuk sebuah penampilan, ketika hak-hak terinjak-injak oleh egoisme, dan ketika tidak ada kekuatan untuk sekedar berucap.
Pergilah mencari duniamu, dunia yang menunggu tontonan penampilanmu, dunia yang mengakomodasi ego tanpa garis batas, dan dunia yang tidak akan berucap kecuali memuji keterpurukanmu.
Biarkan aku tetap diduniaku. memenjarakan diri untuk matiku.