Senin, 16 April 2012

Cerita Usang

Bismillah...

Tulisan ini sudah lama mengisi ruang draft blogku, kejadian yang sudah lama terjadi, namun masih membekas dalam ingatan, sempat berfikir untuk menghapus draft ini, tapi sayang ah.. -_-
beberapa hari ini, banyak teman-teman Bloofers yang mengadakan kopdar regional, dan share pengalamannya via blog, so.. walau telat tuk menceritakannya, namun gak ada salahnya bukan..? setidaknya orang-orang bisa tau kalo saya juga pernah merasakan berada di antara teman-teman bloofers yang sungguh luar biasa...

pengalaman saya ikut kopdar bloofers pada ulang tahun Bloof yang pertama, dan tempat yang saya kunjungi adalah Makassar. kenapa saya memilih makassar ?? kenapa bukan tempat yang lain..?? jawabannya karena bloofers makassar mempunyai agenda yang lebih pasti tentang acara dan waktu pelaksanaannya, tempatnya dekat dengan kotaku saat ini, dan juga di sana kampung halamanku, jadi bisa sekalian bernostalgia dengan masa kecilku.. :) baca juga Persiapan Dadakan

Kopdar Bloofers makassar dalam rangka hari jadi Bloof yang pertama.. itulah alasan utamaku datang ke sana, tapi entah kenapa saya malah menyia-nyiakan kesempatan itu, dan sampe sekarang saya begitu menyesalinya. gimana tidak, kebiasaan buruk menunda-nunda waktu tetap aja kulakukan, acara mulai jam 16:00 eh malah saya memutuskan untuk ke sana habis magrib.. berharap masih dapat 2 jam untuk berinteraksi dengan para bloofers makassar..

lagi-lagi saya tidak memperhitungkan segala rintangan yang dapat kutemui di perjalanan, hitungan sangat pas, seperti orang yang udah hafal jalan, seperti pawang hujan yang bisa mengatur turunnya hujan, atau seperti apalah.

sebenarnya saya sudah berangkat selepas Ashar. trus singgah ke tempat teman yang minta di jemput (atau malah saya yang minta di temanin.. :D), Namun karena Hujan, saya putuskan untuk sholat magrib dulu. *itung-itung acaranya sampai jam 20:00, masih bisa terkejar. sehabis Sholat Magrib, saya kembali melanjutkan perjalanan.

Dengan sangat santai saya memacu kendaraanku, dalam pikiranku alamat udah sangat jelas. sesampai pada alamat yang tadi mampang di otak, ternyata alamatnya salah, dan sialnya lagi teman yang menemaniku yang katanya orang Makassar juga gak tau alamat itu.. -_-.. pikiranku mulai kacau (bukan karena balon yang meletus loh. -_-) , apalagi setelah saya bertanya ke beberapa orang yang kutemui di jalan, dan tak satupun yang mengetahui alamat itu..langsung saya hubungi Lathifah (knapa gak dari tadi) dan akhirnya saya menemukan juga tempat pertemuannya.. hahahaha..

Sesampai di sana, Bloofers makassar menyambutku dengan sorakan, saya serasa artis yang memasuki ruang  jumpa fans.. namun saya tetap menjaga kesadaran dan bisa duduk dengan selamat tanpa terjatuh.. #nah loh.. Gugup dan penuh ketakutan, karena sebelumnya telah mendapat teror dari Cahya dan Lathifah. kuperhatikan dengan jelas, apa yang sedang terjadi di sana.. waduh.. ternyata lagi ada presentase blog dari bang Arman Rahim, kira2 beliau lagi jelasin apa yak.? mungkin tips dan trik utak-atik blog, tentang cara menulis atau apalah. *pikirku, dan ternyata beliau mempresentasekan blognya dan semua yang hadir harus melakukannya.. waduh.. detak jantung makin gak karuan.

Dan tiba saat yang paling mendebarkan, http://andro-bhaskara.blogspot.com akhirnya terbuka, dan saya diminta untuk mempresentasikan segala sesuatu tentang blog ini, dan saya bingung mau jelasin apaan..?? karena blog ini hanya sebuah blog, hanya sebuah wadah bagi tulisan randomku, nama, header, tampilan, gak menyimpan maksud apa2.. jadi saya jelaskan aja secara ngawur.. :D.. dan sang Waktu pulalah yang mengakhiri deritaku... karena waktu peminjaman gedung sudah hampir habis, bloofers makassar sudah tidak konsentrasi lagi dengan apa yang saya paparkan, Mata mereka sesekali menatap jam yang terus berdetak. dalam hatiku, "inilah saat yang pas untuk mengakhiri pemaparan tak penting ini" hehehehe...

Singkat kata dan cerita, semua berlalu seiring waktu yang berjalan. Banyak cerita lain yang terjadi, namun saya pikir semuanya cukup kuungkapkan seperti ini :
Bloofers Makassar adalah sebuah komunitas yang terbentuk dari semangat kekeluargaan, blog memang menjadi alasan dan sebab pertemuan mereka, tapi tanpa semangat kekeluargaan mustahil tercipta kekompakan di antara mereka. Hampir tidak ada kata "tidak" untuk sebuah rencana yang telah di putuskan bersama, dan bagiku itu membutuhkan sebuah alasan yang lebih dari hanya sekedar pembicaraan dunia blogging. dan saya yakin bahwa semangat itu hadir dalam dada setiap bloofers.



Minggu, 18 Maret 2012

Menulis


Menulis adalah aktivitas yang tidak pernah lepas dari hidupku, namun ketika ditanyakan alasan saya menulis, sepertinya sulit sekali untuk bisa menjelaskannya, menuliskan sesuatu tentang menulis itu sendiri. *masih paragraph awal sudah kacau gini.. -_-

Gambar dari sini
Menulis bagiku adalah sebuah media atau lebih tinggi saya menyebutnya “indera” komunikasi yang sangat efektif untuk digunakan, selain komunikasi dengan orang-orang yang berjauhan (melalui surat, sms, fax, dll), pun dapat dilakukan untuk pengutaraan suatu maksud yang mungkin terpendam dalam hati dan tidak bisa diungkapkan oleh mulut. Menulis juga bisa digunakan untuk merekam sesuatu yang terlintas dalam ingatan dan pikiran, yang mana pada waktu-waktu yang lain akan sulit untuk menghadirkannya kembali.

Melalui tulisan, sejarah masa lalu dapat diketahui oleh masyarakat saat ini. Dan nantinya, orang-orang di masa yang akan datang akan mencari tulisan-tulisan pendahulunya (termasuk kita yang hidup sekarang) untuk mengenal dan mempelajari segala sesuatu yang bisa berguna bagi kebaikan hidupnya.

Untuk itulah saya menulis, meninggalkan jejak langkah kehidupan melalui tulisan, merekam apa yang saya pikirkan dan rasakan untuk kutengok esok hari. Mungkin saat ini, apa yang saya tuliskan tidaklah terasa begitu berarti, namun siapa tau kelak saya akan merindukan atau memerlukan untuk melihat jejakku kembali, yang tak mungkin saya ingat selamanya. dan... mari menulis.. :)

Semoga bermanfaat...

Selasa, 13 Desember 2011

Revolusi 13

Sudah lama tulisan ini saya pending dengan berbagai alasan yang kesemuanya berujung pada kekurang pahaman saya dalam mereview sebuah buku... ya.. saya tidak begitu cakap menceritakan kembali apa yang telah saya baca atau tonton.. tp karena telah berjanji pada sang pengarang buku, jadi saya berusaha menuliskannya.. :) 

Kaya.. siapa yang tidak ingin kaya..?. Manusia pada umumnya selalu berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kebebasan finansialnya, dan itu memang harus dilakukan, karena tanpa uang, tidak ada kegiatan yang bisa kita lakukan dengan maksimal. Makan dan minum pasti memerlukan uang, ibadah juga memerlukan uang, bahkan tidur pun tak akan nyenyak jika tak memiliki uang. Uang..Uang.. dan uang.. hmmm.. uang mampu menjadikan orang yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa, menjadikan si baik menjadi bejat, bahkan bisa dikatakan bahwa uang dapat memutar balikkan seluruh sendi-sendi kehidupan. apakah uang adalah segalanya..?? bukan.. tapi segalanya memerlukan uang.. setidaknya begitu yang sering saya dengar dan baca. :)

Revolusi 13 adalah salah satu buku motivasi karya Kang Sarli Rahman, saya peroleh setelah mengikuti kuis yang beliau adakan beberapa minggu yang lalu. buku yang menyajikan langkah-langkah atau jurus-jurus jitu yang harus dapat dilakukan dalam meraih kesuksesan dan kekayaan. Menurut beliau, Ada 13 hal yang perlu direvolusi dalam diri kita untuk mencapai kesuksesan dan kekayaan, ada 3 alasan utama mengapa kita harus kaya, ada 3 sumber pendapatan, dan ada 3 jurus jitu mengelola dan memahami fungsi uang. semua terangkum dalam satu buku yang telah beliau terbitkan ini. 

Mungkin banyak buku yang telah membahas tentang masalah ini, tapi menurutku, buku Revolusi 13 tetap layak untuk dibaca dan mengambil pelajaran darinya. buku yang disajikan dalam bahasa yang sederhana, disertai cerita-cerita ringan membuatnya mudah untuk dipahami. apalagi pembahasan yang kadang dikaitkan dengan pesan-pesan religius, menjadikan pembaca semakin yakin dengan kebenaran langkah yang tersajikan. Ya.. sebuah motivasi harus disertai keyakinan bukan..?? 
begitu banyak orang saat ini berlomba untuk menjadi yang terbaik, menjadi seorang pemenang, atau menjadi orang terkaya di lingkungannya. ada yang berhasil, namun ada yang gagal. Tetapi ironisnya mereka yang menjadi pemenang hari ini tidak mampu bertahan lama, dan dalam waktu sekejap berbalik menjadi pecundang. Banyak orang yang hari ini begitu taat beragama, namun keesokan harinya terjerumus menjadi orang bejat, banyak orang hari ini begitu pintar, namun esok hari begitu gampang menjadi orang bodoh. Mengapa itu bisa terjadi..?? jawabannya adalah karena mereka tidak pernah berusaha mengakumulasikan kekuatan, keimanan, dan kecerdasan mereka
Ya.. kesuksesan bukan suatu hal yang begitu saja terjadi, tapi melalui sebuah proses yang panjang. sukses bukan tanpa terjatuh, tapi bagaimana bangkit kembali dan meneruskan impian. walau harus di akui bahwa keberuntungan ikut berpengaruh.. 
Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan (Thomas Alva Edison)
 * Semoga Bermanfaat.. :)

Minggu, 04 Desember 2011

Cerita Hari Minggu

Bismillah.. 

Ngambil gambar di sini
Siang ini.. saya Sebenarnya malas melakukan apa-apa.. hanya ingin bersantai kayak di pantai, menikmati Kesejukan hutan belantara, atau apa saja deh yang membuat jenuh pergi menjauh.. namun karena aktifitas sebagai buruh pabrik yang tak kenal hari libur, tak kenal siang atau malam, jadinya saya menghabiskan hari mingguku di pabrik.. 

Pagi yang dingin tak mengurangi semangatku, yah memang sih.. kebiasaan mengulur waktu masih tetap ada, bangun dari tidur, gosok2 mata, dan tengok ke arah jam dinding, 30 menit, 15 menit, 5 menit, ah.. masih ada waktu untuk bermalas-malasan di pembaringan.... kebiasaan buruk..?? hehe.. bagiku itu adalah disiplin.. *ngeles.. -_-.. Tiba saatnya untuk berangkat, dengan perhitungan waktu yang sangat pas-pasan, pakai baju 3 menit, kaos kaki dan sepatu hingga memacu si Jupi paling membutuhkan waktu 2 menit, perjalanan dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, jarak tempuh 20 km paling kulahap hanya dalam waktu 20 menit. yah.. 30 menit cukuplah untuk itu semua.. :) 

Awalnya kondisi jalan cukup lengang, saya bisa memangkas waktu perjalanan pikirku.. dan tibalah pada sebuah persimpangan, pak polisi menghentikan perjalananku. di depan ada event jalan santai yang di adakan oleh partai politik besar, jumlah pesertanya banyak mereka membanjiri jalan dengan warna biru khas partai itu dan harus menunggu sampai mereka melintas seluruhnya untuk dapat memberi ruang bagi kendaraan yang hendak menggunakan jalan itu, begitu pak polisi menjelaskan. saya hendak mengantarkan anakku ke sekolah minggu, saya hendak melaksanakan ibadah. dua alasan yang dilontarkan oleh pengemudi lain cukup meyakinkanku bahwa alasan terlambat pun tidak akan membatuku untuk dapat melintas. 

Saya terjebak. berbalik arahpun tidak bisa, dan saya hanya bisa pasrah, sepertinya partai ini akan menghadiahiku sebuah surat peringatan dan pemotongan upah bulan ini pikirku, dalam resah hati memaki, kenapa bulan ini tidak bersahabat untuk karirku..?? kemarin sudah telat, hari inipun bisa dipastikan telat lagi. dan dalam bulan ini saya sudah telat masuk kerja sebanyak 4 kali.. tapi siapa yang pantas kumaki..?? pak Polisi..?? Partai Biru ini..?? peserta jalan santai..?? sepertinya yang paling pantas hanya diriku sendiri.

Memang sih, ada sedikit kritikan yang bisa kuberikan kepada panitia pelaksana jalan santai dan polisi yang sedianya dapat merekayasa pengaturan lalu lintas. menurutku, jalur lintasan yang digunakan adalah jalur vital yang dapat menutup akses transportasi utama kota palu dan tanpa ada jalur alternatif yang bisa ditempuh (Setidaknya menurut sepengetahuan saya yang tidak tau jalan2 atau lorong2 yang bisa digunakan). Mungkin dengan pertimbangan bahwa hari ini hari libur, dan hanya beberapa saat. Namun tidak bisa dijadikan alasan, karena minggu hanya bagi sebagian orang, dan orang sepertiku yang tidak bisa menetapkan hari libur pada satu hari tertentu, pastinya menganggap hari minggu itu sama dengan hari2 lain (kecuali hari Jum'at). Dan Pak Polisi harusnya menutup akses pada persimpangan yang masih menyediakan jalur alternatif dan mengarahkan pengguna jalan ke jalur2 alternatif yang bisa digunakan tersebut, bukan mencegat kami pada tempat yang tidak ada jalan lain kecuali memutar arah (Kalaupun masih sempat) atau pasrah menunggu.

Setelah perjuangan yang cukup berat, akhirnya sampai juga ke tempat kerja. Aroma batu bara langsung tercium, deru mesin menggetarkan gendang telingaku, Polusi itu sudah biasa dalam hidupku, dalam pikirku hanya keterlambatan dan isi surat peringatan yang kelak kuterima. Sesampai di ruangan, teman kerja langsung menyapaku dengan pertanyaan-pertanyaan, kamu tau kalo si Rachmad sedang cuti..??.. tidak dan memang saya tidak begitu peduli emang kenapa..?? jawabku.. trus kenapa kamu masuk pagi ini..?? jadwalmu hari ini bukannnya sore..?? tanpa menjawab pertanyaan itu, langsung kuarahkan pandanganku pada jadwal piket yang terpampang di dinding ruangan.. daaaaannnn.. #Gubrak... Untuk kesekian kalinya saya salah jadwal. Namun hari ini saya tidak menyesalinya, malah Bersyukur kepada Allah yang telah membuatku lupa (Memang tidak tau), karena dengan begitu, saya telah membantu teman yang butuh di gantikan setelah semalaman bertugas, mengambil alih tugas teman yang sedang cuti, mendapatkan upah lemburan, saya terbebas dari pemotongan upah dan surat peringatan yang sejak tadi menyesakkan dadaku dan yang tidak kalah penting saya bisa ngebloof seharian, menyapa sahabat dengan canda dan tawa.. Alhamdulillah... ^_^
 
Yah.. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. (Wikipedia).. Termasuk di dalamnya pengaturan waktu yang telah dibuat. (kutambahkan sendiri.. :d) penting untuk mengatur waktu sesuai dengan besarnya kepentingan dan sebab akibat yang terkandung dalam sebuah aktivitas, yang pasti, cerita tentang kemalasan yang termuat dalam tulisan ini adalah contoh buruk dari sebuah pendisiplinan diri yang salah. Terkadang toleransi yang diberikan dimanfaatkan untuk suatu kemalasan, bukan untuk hal-hal yang bersifat urgen. jadi, simpanlah toleransi itu untuk sesuatu yang memang memerlukannya. tidak ada seorangpun yang dapat memastikan apa yang nantinya akan terjadi, bahkan tidak untuk hembusan nafas pada detik selanjutnya. 

Sabtu, 26 November 2011

Persiapan dadakan

Bismillah...

Ngambil Gambar sini
Keindahan itu telah usai.. hari ini saya memulai aktifitas seperti biasa... bukan berarti tanpa keindahan, tapi mungkin keindahan minggu kemarin menyilaukan pandanganku untuk melihat keindahan hari ini.. 
masih terasa sisa-sisa keindahan lewat canda tawa sahabat, menceritakan pengalaman, perasaan, dan apapun itu, sahabat yang lain hanya memperhatikan, menunggu, dan mungkin dengan sangat penasaran ingin mendengarkan cerita ini.. tapi apa yang harus kuceritakan..??

okeh.. singkat.. 18 November 2011.. pulang dari pabrik d pagi hari, mata terasa lelah, tapi tidak menjadikan jiwa berhenti menyemangati raga.. ada rencana yang harus saya lakukan hari ini.. begitu pikirku berkata.. rencana bulan kemarin yang belum sempat saya tuntaskan, menyisakan rasa penasaran yang sangat mengganggu. belum lagi beban pikiran yang telah penuh mengisi ruang2 otakku. Seakan ikut menyemangati raga untuk terus bekerja.. 

hah.. tiket Makassar-Palu sudah d tangan. jadwalnya 25 Nov 2011. tapi saya masih di palu.. hahaha.. Jum'at atau sabtu..?? belum jelas.. buka internet.. cek penerbangan hari ini.. waduh.. tidak terjual lagi.. cek ke sebuah penyedia jasa traveling.. Alhamdulillah masih ada.. lah.. kan saya blum siap untuk berangkat..?? Booking dulu ya mas..

pulang ke rumah.. dengan sebuah tanya yang tak terjawab oleh keyakinan.. apakah saya siap berangkat hari ini..?? # masih bingung.. cek lagi penerbangan untuk esok hari.. wah..wah..wah.. harga selangit.. masih dengan kebingungan, tp sedikit lebih yakin.. hari ini saya harus berangkat.. selepas sholat Jum'at, kudapati travel bag udah terisi dengan barang keperluanku.. makasih tante.. saya tidak perlu repot-repot lagi, tinggal cek-cek aja, siapa tau ada yang ketinggalan.. yah,, akhirnya saya berangkat juga hari itu.. 

Dua jam kemudian saya sudah berada di bandara Sultan Hasanuddin.. seakan tidak percaya. tapi ini benar nyata.. saya berada d sini.. hahaha.. memerlukan sedikit keyakinan untuk mulai melangkah dan saya sudah sejauh ini. Alhamdulillah.. :)

Mana karpet merahnya..?? mana pengalungan bunganya..?? mana iringan rebananya..?? Bloofers makassar mana yak..?? owh iya.. mereka belum tau kalo saya datang.. sengaja kulakukan biar mereka gak repot.. (atau memang mereka gak mau direpotin dan gak peduli dengan kedatanganku... kwkwkwkwk)

Yah.. begitulah sekilas tentang persiapan dadakan yang kuciptakan sendiri.. padahal perencanaan sudah  dari dua minggu sebelumnya.. sebuah pesan dari pengalaman ini, jangan menunggu sampai waktu memaksa untuk bergerak, tapi bergeraklah mengikuti waktu yang terus berputar..



Sabtu, 29 Oktober 2011

Aku Masih Harus Berteriak

Ngambil gambar di sini
Bismillah..
Aku harus selalu menyebutMu, meminta pertolonganMu dari ketakutanku dalam mengarungi belantara hidup dimana Iblis Laknat selalu mengintai, membidik dada dengan senjata nafsu. Yang membuatku tersudut dalam ruang gelap tak berdinding namun seakan sempit oleh imajinasiku sendiri.
Kenapa ketakutan itu harus ada..?? sementara  sang penjaga adalah Dia yang menguasai langit dan bumi beserta segala isinya. Bahkan Iblis pun akan berlari menjauh ketika namaNya disebut. Masih bisakah Iblis membidik dengan tepat dalam kondisi seperti itu..??
Sangat mengherankan, ketika aku yang memanggilMu ternyata Iblis hanya tertawa melihatku, bahkan aku berteriak pun dia tak peduli dan terus saja membidik, apakah keagungan NamaMu telah luntur..? ataukah Iblis telah mendapat restuMu sebagai penguasa hati-hati kami di bumi..??
Berteriak…?? Hahaha.. kata itu… ya.. “berteriak” telah membuka logikaku yang selama ini hanya kugunakkan untuk perhitungan matematika, yang hampir membuatku gila oleh hayalan medan elektromagnetik. Tapi sekarang Rumus-rumus itu akan kugunakan, semoga benar.
Membuka buku tak kuperlukan sekarang, karena aku tidak membutuhkan epsilon 0.00000….dst.. yang kubutuhkan hanya pendekatan logika saja. “Berteriak” hanya dilakukan ketika jarak memisahkan. Semakin kecil jarak itu, maka suara yang diperlukan akan menjadi semakin kecil untuk berkomunikasi. Oooo…  teori resistansi pun ikut berlaku, dimana jarak menjadi rintangan dalam pengiriman daya listrik. Kenapa teori-teori itu kulupakan..??
Yah.. ternyata aku jauh dariMu, saking jauhnya sehingga Engkau tidak mendengarkan teriakanku, atau mungkin pasti Engkau mendengarnya, tapi mengabaikan teriakanku. Teringat lagi akan janjiMu, bahwa “jika aku mendekat maka Engkau akan semakin dekat”. Betapa bodohnnya aku.